REBT : SOLUSI MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL- BEING SANTRI ABDI NDALEM DALAM MENGHADAPI KRISIS IDENTITAS

AHMAD YUSRI BAQTIAR ZAMZAM, NIM: 2112211011 (2025) REBT : SOLUSI MENINGKATKAN PSYCHOLOGICAL WELL- BEING SANTRI ABDI NDALEM DALAM MENGHADAPI KRISIS IDENTITAS. Diploma thesis, UNIVERSITAS KH MUKHTAR SYAFA'AT.

[thumbnail of AHMAD YUSRI BAQTIAR ZAMZAM.pdf] Text
AHMAD YUSRI BAQTIAR ZAMZAM.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kata Kunci: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT), Psycchological Well-Being, Krisis Identitas, Santri Abdi Ndalem
REBT adalah suatu pendekatan terapi kognitif yang dikembangkan oleh Albert Ellis, berfokus pada perubahan pola pikir irasional menjadi rasional agar individu dapat mengelola emosi dan perilaku secara sehat.Psychological well-being merujuk pada kesejahteraan psikologis yang mencakup aspek-aspek seperti penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian, tujuan hidup, penguasaan lingkungan, dan pertumbuhan pribadi. Krisis identitas merupakan kondisi psikologis di mana individu mengalami kebingungan dalam menentukan jati diri atau peran sosialny. Sedangkan santri abdi ndalem adalah santri yang tidak hanya menimba ilmu agama tetapi juga menjalankan pengabdian langsung kepada kiai. tujuan penelitian ini mengkaji pemanfaatan pendekatan konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) sebagai solusi untuk meningkatkan psychological well-being santri abdi ndalem, khususnya yang berperan sebagai sopir kiai, yang mengalami krisis identitas. menghadapi dilema peran antara mengaji dan mengabdi yang berdampak pada tekanan psikologis.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan ini dipilih untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif santri abdi ndalem dalam menghadapi krisis identitas serta bagaimana intervensi REBT dapat memberikan perubahan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yang dipilih secara purposive, yaitu santri abdi ndalem bagian sopir kiai (SK) yang mengalami krisis identitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri abdi ndalem mengalami krisis identitas akibat ketidakpastian peran dan jadwal yang tidak menentu, sehingga muncul konflik batin antara tuntutan untuk mengaji dan kewajiban mengabdi. Ketidakseimbangan ini berdampak pada menurunnya psychological well-being santri. Melalui pendekatan REBT, santri mulai mampu mengenali dan menantang pikiran irasional yang selama ini menghambat kesejahteraan psikologis mereka. Dengan

mengintegrasikan prinsip wasathiyyah (keseimbangan dalam Islam), REBT terbukti membantu santri menemukan harmoni dalam menjalankan dua peran penting mereka, yaitu sebagai pelajar dan pengabdi. Terjadi peningkatan dalam aspek penerimaan diri, kejelasan tujuan hidup, dan penguasaan lingkungan setelah santri menerima sesi konseling berbasis REBT.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170101 Biological Psychology (Neuropsychology, Psychopharmacology, Physiological Psychology)
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Prodi Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: library--- iaida---- http://library-iaida.ac.id
Date Deposited: 25 Feb 2026 02:19
Last Modified: 25 Feb 2026 02:19
URI: https://repository.uimsya.ac.id/id/eprint/1329

Actions (login required)

View Item
View Item