KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA SUKU TIONGHOA DAN SUKU MELAYU DALAM MENJAGA HARMONI SOSIAL DI KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

LINDA WULAN SARI, NIM : 2112111030 (2025) KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA SUKU TIONGHOA DAN SUKU MELAYU DALAM MENJAGA HARMONI SOSIAL DI KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG. Diploma thesis, UNIVERSITAS KH MUKHTAR SYAFA'AT.

[thumbnail of SKRIPSI LINDA WULAN SARI.pdf] Text
SKRIPSI LINDA WULAN SARI.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Harmoni Sosial, Suku Tionghoa, Suku Melayu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarbudaya dilakukan oleh suku Tionghoa dan Melayu dalam membangun serta menjaga hubungan sosial yang harmonis di Kecamatan Pangkalan Baru, serta untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses komunikasi lintas budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih dengan metode snowball, yang melibatkan warga dari kedua etnis, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara suku Tionghoa dan Melayu berjalan secara harmonis dengan didukung oleh penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar bersama dan adanya toleransi budaya yang kuat. Partisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya, serta adaptasi dalam komunikasi sehari-hari menjadi faktor utama terciptanya hubungan yang damai dan saling menghargai. Hambatan komunikasi seperti perbedaan bahasa dan stereotip tetap ditemukan, namun tidak menjadi pemicu konflik karena masyarakat lebih memilih menyelesaikannya dengan cara informal dan kekeluargaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya yang dijalankan dengan kesadaran budaya dan nilai-nilai lokal dapat memperkuat solidaritas sosial. Temuan ini menguatkan teori komunikasi antarbudaya oleh Gudykunst dan Kim, serta konsep harmoni sosial dari Émile Durkheim. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya peran komunikasi lintas budaya dalam membentuk masyarakat multietnis yang inklusif dan rukun, serta memberikan kontribusi dalam pemeliharaan integrasi sosial di wilayah yang beragam secara budaya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1702 Cognitive Sciences > 170203 Knowledge Representation and Machine Learning
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: library--- iaida---- http://library-iaida.ac.id
Date Deposited: 14 Feb 2026 05:29
Last Modified: 14 Feb 2026 05:29
URI: https://repository.uimsya.ac.id/id/eprint/1315

Actions (login required)

View Item
View Item