HANNAN AR ROSYID, NIM : 2012211010 (2024) TERAPI SABAR DENGAN TEKNIK SUFISTIK UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI WARGA ASRAMA AL-GHOZALY PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI. Diploma thesis, Universitas KH.Mukhtar Syafaat.
SKRIPSI Hanan Ar Rosyid.pdf
Download (2MB)
Abstract
Hannan Ar Rosyid (2012211010) Terapi sabar dengan teknil sufistik untuk meningkatkan resiliensi warga asrama Al Ghozaly Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi.
Penelitian ini membahas tentang bagaimana cara meningkatkan resiliensi kepada para santri asrama Al ghozaly yang kekurang bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya santri yang memiliki tingkat resiliensi yang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan bentuk bentuk kurangnya resiliensi pada santri asrama Al Ghozaly Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, 2) mendeskripsikan analisis meningkatkan resiliensi santri, 3) mendeskripsikan analisis terapi sabar dengan teknik sufistik dalam meningkatkan tingkat resiliensi santri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yang menghasilkan data deskripstif berupa kata-kata tertulis dari orang-orang dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah teman, pengurus, serta guru konseli. Adapun sumber data sekunder yaitu dokumentasi, catatan kegiatan, santri beserta orang tuanya, buku, jurnal serta skripsi yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini. Setelah data terkumpul kemudian penulis analisis secara kualitatif yaitu upaya yang dilakukan dengan bekerja, mengorganisasikan data, memilah-milah data menjadi satuan yang dapat dikelola, menemukan apa yang penting dari data tersebut dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bentuk-bentuk kurangnya resiliensi santri yaitu mempunyai temperamen yang tidak dapat terkontrol, kurangnya rasa bersyukur, tidak bisa beradaptasi dengan baik, mempunyai tingkat kecemasan yang tinggi, pesimis, malu dan tidak percaya diri. Upaya peningkatan resiliensi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dilakukan dengan cara melakukan bimbingan konseling individu, yang pertama, dengan pendekatan secara pribadi dengan klien (santri) yang dilakukan secara tatap muka antara konselor dengan klien. Kedua, pemberian materi tentang pentingnya resiliensi bagi santri yang nantinya akan lebih sadar dan berfikir ulang akan bahaya yang ditimbulkan jika mereka terus menerus dihantui rasa cemas dan rasa kurangnya bersyukur kepada Allah SWT Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam tahapan pelaksanaan terapi sabar dengan telknik sufistik yaitu yang pertama konselor melakukian metode konseling dengan pendekatan realita, dalam konseling ini dilakukan pendekatan pribadi kepada klien, dilakukan dengan bertatap muka secara langsung dan pendekatan ini merupakan suatu keinginan untuk menjalin kedekatan dengan klien, kemudian diberikan solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Kedua, memberikan motivasi sama dengan memberikan pembinaan dengan memberi materi pada klien. Pembinaan ini dengan menggunakan materi akan pentingnya sebuah resiliensi untuk orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan setelah itu yang paling akhir adalah relaksasi yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan merileksasi pikiran supaya lebih baik lagi.
Kata kunci : Resiliensi, Santri, dan Terapi sabar.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Prodi Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | admin |
| Date Deposited: | 01 Jun 2026 04:50 |
| Last Modified: | 01 Jun 2026 04:50 |
| URI: | https://repository.uimsya.ac.id/id/eprint/1464 |
